Contact Us | Sitemap | Language : English | Bahasa
Indotara

Cara Merawat Stabilizer

Editor: Rosyid
Cara Merawat Stabilizer
Cara Merawat Stabilizer

Stabilizer digunakan untuk menstabilkan arus atau tegangan listrik dan disarankan untuk digunakan agar peralatan eletronik atau mesin yang dimiliki tetap terjaga juga tidak cepat rusak. Selain hal tersebut di atas apakah stabilizer juga perlu perawatan dan dijaga? Tentu saja harus, karena seperti peralatan eletronik lainnya atau mesin, stabilizer juga membutuhkan perawatan ketika digunakan. Sebenarnya tidak susah untuk mejaga dan merawat stabilizer, tidak perlu ahli khusus atau teknisi, orang awam pun dapat merawatnya, apalagi sekarang sudah didukung dengan tutorial dan step by step yang banyak diupload di salah satu platform ternama. Tentu saja hal ini sangat membantu dan tidak perlu memiliki keahlian khusus. Merawat atau maintenance stabilizer yang paling utama adalah memperhatikan dan menjaga kebersihannya. Seperti perangkat elektronik dan mesin yang perlu dijaga kebersihannya, stabilizer pun demikian.

Cara membersihkan stabilizer sebenarnya cukup mudah dapat menggunakan vacuum cleaner atau kemoceng untuk membersihkan debu agar tidak menghambat masuknya udara, karena jika ventilasi udara tertutup debu akan berakibat panas berlebih di dalam stabilizer dan juga dalam beberapa kasus menyebabkan bunyi yang tentu saja menganggu kinerja kerja stabilizer itu sendiri.

Membersihkan stabilizer sebaiknya rutin dilakukan karena rawan terhadap debu, terutama jika stabilizer yang menggunakan servo, biasanya di dalam stabilizer terdapat part yang harus rutin diganti karena sifatnya yang konsumable atau habis pakai dan harus diganti sesuai dengan masanya, part tersebut adalah carbon brush, jangka waktu habisnya carbon brush sebenarnya tidak bisa ditentukan karena sesuai dengan pemakaiannya, namun kisaran lama penggantiannya adalah tiga hingga empat tahun. Carbon brush ini dengan mudah ditemukan pada toko-toko sparepart listrik atau toko peralatan listrik dengan harga yang cukup ekonomis yaitu kisaran Rp 250.000 hingga Rp 350.000 tergantung harga eceran yang ditentukan penjual. Selain itu pada stabilizer kapasitas besar ada baiknya jika memiliki ruangan penyimpanan yang terpisah, apalagi jika digunakan pada tempat industry atau pabrik yang mudah berdebu, meletakan stabilizer agak jauh dari sumber debu atau jika memungkinkan memiliki ruagan sendiri akan lebih baik.

Dalam penggunaan pada jangka waktu lama atau sekitar lima tahun ke atas, sebaiknya juga dilakukan pengecekan kabel input dan output untuk menghindari kerusakan karena dimakan usia dan penggunaan. Kulit kabel yang sobek atau sudah tidak layak pakai harus diganti untuk menghindari korsleting listrik yang bisa menyebabkan kerusakan atau bahkan kebakaran. Tentu saja hal ini harus dihindari oleh karena itu pergantian kabel perlu dilakukan, atau penyimpanan stabilizer ini di tempat yang aman dari hewan pengerat yang bisa merusak stabilizer dan materialnya.

Jika Anda merasa tidak mampu atau merasa ragu untuk me-maintenance stabilizer sendiri maka bisa menyewa jasa tenaga ahli, teknisi atau tukang listrik, namun tentu saja akan dikenakan biaya tambahan. Oleh karena itu ada baiknya jika membeli produk stabilizer yang sudah pasti ketersediaan spare part dan juga memiliki ahli teknis yang mumpuni dan bersertifikat, seperti stabilizer dari Arakawa yang jelas berkualitas dan terpercaya mutunya.


Related Articles