Contact Us | Sitemap | Language : English | Bahasa
Indotara

TIPS MEMILIH STABILIZER / AVR (AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR)

Stabilizer/AVR (Automatic Voltage Regulator) yang berfungsi sebagai penstabil tegangan listrik yang berfluktuasi saat ini sudah menjadi pilihan utama untuk menjaga perangkat elektronik. Sebelum membeli Stabilizer/AVR (Automatic Voltage Regulator) ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum memilih Stabilizer/AVR (Automatic Voltage Regulator) yang cocok dan sesuai dengan dengan kebutuhan.
Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih stabilizer :

1.









Stabilizer/AVR (Automatic Voltage Regulator) didesign untuk menstabilkan listrik yang berfluktuasi, namun Stabilizer/AVR (Automatic Voltage Regulator) memiliki input tolerance berbeda-beda, atau biasa disebut dengan range input voltage. Contoh, Stabilizer/AVR (Automatic Voltage Regulator) dengan range input voltage 20% artinya voltase terendah yang bisa diterima adalah 176V untuk 1 phase dan 304V untuk 3 phase, dan voltase tertinggi yang bisa diterima adalah 264V untuk 1 phase dan 456V untuk 3 phase. Dengan begitu jika voltase turun terlalu ekstrim hingga mencapai 30% maka Stabilizer/AVR (Automatic Voltage Regulator) dengan range input voltage 20% tidak mencukupi, dibutuhkan Stabilizer/AVR (Automatic Voltage Regulator) dengan range input voltage 30% ke atas. Untuk itu pastikan dahulu dengan dilakukan pengetesan menggunakan Avo Meter untuk mengetahui berapa voltase naik atau turun tegangan agar Stabilizer/AVR (Automatic Voltage Stabilizer) bisa bekerja maksimal.
 
2.


Kapasitas Stabilizer/AVR (Automatic Voltage Regulator) yang akan digunakan harus lebih besar dari beban/load/daya terpasang. Cara menghitung berapa KVA daya Stabilizer/AVR (Automatic Voltage Regulator) yang bisa digunakan adalah :
Daya maksimum Stabilizer berbeda-beda, mulai dari 50% sampai 90%. Pastikan anda mendapatkan informasi yang jelas mengenai hal ini.
 
3.


Selain range input voltage dan menentukan kapasitas Stabilizer yang tepat dalam memilih Stabilizer/AVR (Automatic Voltage Regulator), sistem kerja Stabilizer/AVR (Automatic Voltage Regulator) juga perlu dipertimbangkan. Stabilizer berdasarkan sistem kerja ada dua jenis yaitu Contact dan Contactless.
  - Stabilizer Contact
Stabilizer Contact bekerja menggunakan servo motor dan carbon brush. Maintenance secara berkala diperlukan untuk mengganti carbon brush. Karena menggunakan gulungan maka memerlukan respon time sekitar 1,5 detik saat listrik berfluktuasi untuk mencapai voltase yang presisi.
  - Stabilizer Contactless
Sedangkan type Contactless adalah jenis Stabilizer yang tidak menggunakan servo. Semua komponen didalam stabilizer sudah elektrikal, menggunakan Semiconductor (SCR) menghasilkan performa kerja stabilizer lebih baik dari jenis stabilizer yang menggunakan servo motor. Karena tidak menggunakan servo motor, maka respon time nya pun lebih cepat hanya membutuhkan waktu >40ms.

ARAKAWA Voltage Stabilizer tersedia kedua type tersebut dengan effisiensi yang bisa dicapai hingga 98%, dan terjamin ke aslian produk maupun sparepartnya dengan jaminan garansi selama 5 tahun. Pastikan produk Stabilizer/AVR (Automatic Voltage Regulator) yang anda beli memiliki layanan service dan after sales yang jelas serta jaminan garansi yang pasti. 


Penulis : Sari Narulita
Editor : Takiyudin

Banner Arakawa Stabilizer


Related Articles