Pernah mengalami listrik tiba-tiba mati? Atau seperti lampu
berkedip? Mungkin sebagian dari kita menganggap hal itu sebagai hal yang biasa,
tapi bagi perusahaan-perusahaan tertentu terutama dalam perusahaan yang
kerjanya mengolah data hal ini merupakan hal yang sangat berbahaya. Bagaimana
tidak, jika kita sedang menggunakan komputer dalam mengolah data, dan secara
tiba-tiba listrik mati atau tidak stabil hal ini akan membuat kacau. Semua data
yang sedang diolah akan hilang jika komputer kita tiba-tiba mati dan kita tidak
sempat untuk menyimpan hasil pekerjaan kita terlebih dahulu, hal ini merupakan
sebuah kerugian yang besar karena akan sangat mengganggu pekerjaan.
Uninterruptable Power Supply ( Suplai Daya Bebas Gangguan ) atau yang lebih populer disebut dengan UPS adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mengantisipasi hal-hal tersebut. Ada beberapa fungsi dari UPS, antara lain:
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Untuk memahami UPS kita harus mengerti cara kerja dari UPS itu sendiri, UPS terdiri dari beberapa komponen didalamnya dengan pembagian tugas masing-masing, UPS pada dasarnya terdapat 2 jenis yaitu UPS Offline dan UPS online yang menjadi perbedaanya adalah mana yang menjadi primary power source dan mana yang menjadi secondary power source.
Pada UPS jenis ini yang menjadi primary sourcenya adalah PLN ( stop kontak ) dan baterai menjadi secondary sourcenya. Pada gambar tersebut terlihat aliran listrik dari PLN(stop kontak) menuju transfer switch dan diteruskan ke komputer. Garis putus-putus merupakan secondary source jadi listrik akan dalirkan lewat jalur utama(primary source) terlebih dahulu baru jika sumber listrik utama mengalami masalah maka listrik akan dialirkan lewat baterai terlebih dahulu. Lisrik dari PLN, DC akan dirubah menjadi AC kemudian melewati baterai setelah itu listrik akan dirubah dari AC ke DC untuk dialirkan ke PSU(power supply Unit) pada komputer. Pada fase ini listrik dari PLN ikut distabilkan oleh UPS, hal inilah yang akan mencegah kerusakan pada komponen komputer akibat lisrtik yang tidak stabil. Pada proses perpindahan ini terdapat jeda waktu (Transfer Time), sebagian besar UPS Offline memiliki jeda waktu sekitar 4 ms, waktu tersebut cukup membuat komputer mati seketika tapi jika komputer menggunakan PSU kualitas baik, yang mempunyai Holdtime lebih dari 4ms maka komputer tidak akan benar-benar mati.
Pada UPS Online yang menjadi primary sourcenya adalah baterai dan yang menjadi secondary sourcenya adalah listrik PLN(stop kontak). Listrik secara otomatis mengalir melewati baterai kemudian ditransfer ke PSU, hal inilah yang membuat tidak adanya transfer time pada online UPS karena baterai bekerja sebagai primary source. Jika terjadi kerusakan pada baterai secara otomatis transfer switch akan mengambil alih listrik tersebut kemudian disambungkan ke secondary source. UPS jenis inilah yang sekarang banyak digunakan oleh masyarakat karena memang prinsip kerjanya yang bagus.
12 Offices & Showrooms Across Indonesia & Singapore
Customer Feedback
Kritik dan saran dari Anda sangat berharga bagi kami. Silakan kirimkan kritik, saran, atau keluhan Anda melalui email ini. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik.