Contact Us | Sitemap | Language : English | Bahasa
Indotara

Mengapa Air Yang Sudah Digunakan Meninggalkan Bekas Atau Bercak Putih?

Editor: Farhan
Mengapa Air Yang Sudah Digunakan Meninggalkan Bekas Atau Bercak Putih?

Bercak putih yang terbentuk setelah air menguap biasanya disebabkan oleh adanya garam atau mineral dalam air. Fenomena ini dikenal sebagai "endapan mineral" atau "kerak air". Ketika air menguap, airnya meninggalkan garam-garam dan mineral-mineral tersebut di permukaan yang terkena air, seperti kaca, piring, atau permukaan lainnya.

Saat air menguap, garam-garam dan mineral-mineral ini tetap ada dan mengendap, membentuk lapisan tipis yang kemudian terlihat sebagai bercak putih atau kerak.Salah satu contoh umum dari fenomena ini adalah saat Anda membiarkan tetesan air mengering di permukaan mobil atau kaca jendela. Air menguap dan meninggalkan garam dan mineral, yang kemudian membentuk bercak putih yang dapat sulit dihilangkan.

Komposisi mineral dalam air bervariasi tergantung pada sumber airnya. Air keran, misalnya, biasanya mengandung kalsium, magnesium, dan karbonat. Ketika air menguap, garam-garam ini bisa mengendap dan membentuk kerak yang terlihat sebagai bercak putih. Fenomena tersebut biasa dikenal " hardness" atau "kekerasan air" mengacu pada kandungan mineral yang terlarut dalam air, terutama kalsium dan magnesium. Kekerasan air terjadi ketika air mengandung konsentrasi yang cukup tinggi dari garam-garam mineral ini. Kandungan kalsium dan magnesium dalam air dapat bervariasi tergantung pada sumber airnya, seperti sumur, sungai, dan sumbatan air.

Kekerasan air memiliki beberapa dampak yang dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari:

1. Pengaruh Terhadap Pipa dan Peralatan: Air yang keras dapat meninggalkan endapan mineral yang disebut kerak pada permukaan pipa, keran, showerhead, dan peralatan lainnya yang terpapar air. Hal ini dapat menyebabkan penyumbatan pipa, penurunan aliran air, dan bahkan kerusakan peralatan.

2. Pengaruh Terhadap Pembersihan: Kekerasan air dapat membuat sabun dan deterjen menjadi kurang efektif dalam membentuk busa dan membersihkan, karena mereka berinteraksi dengan ion kalsium dan magnesium yang ada dalam air.

Untuk mengatasi masalah kekerasan air, beberapa solusi yang dapat dipertimbangkan adalah dengan penggunaan produk softener. Softener sendiri ialah istilah system media yang terdiri resin sebagai media yang akan menyaring kandungan kapur pada air.

Kusatsu water treatment memiliki jawaban untuk permasalahan tersebut dengan menghadirkan tipe FCV untuk kebutuhan softener rumahan (residential) dan MRS untuk kapasitas besar (Industrial). Unit softener Kusatsu memiliki berbagai kapasitas yang customer butuhkan.