Contact Us | Sitemap | Language : English | Bahasa
Indotara

Pengertian dan Fungsi UPS

Editor: Rosyid
Arakawa UPS SK30B, UPS Mungil Dengan Fitur Canggih Di DalamnyaPengertian UPS dan Fungsi - Listrik masih menjadi masalah klasik di Indonesia ini. Pemadaman listrik secara bergilir tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu, aliran listrik yang tidak stabil, dan lain sebagainya adalah sebagian kecil masalah yang biasa dihadapi. Parahnya untuk beberapa alat elektronik, listrik yang tidak stabil dapat menyebabkan kerusakan. Oleh karena itu butuh yang namanya UPS guna menstabilkan listrik. Lalu apa itu UPS?

UPS merupakan singkatan dari  Uninterruptible Power Supply dimana dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan Suplai Daya Bebas Gangguan, yang dimana memiliki pengertian sebuah perangkat yang mampu memberikan suplai listrik ketika tegangan listrik utama ( PLN ) terjadi pemutusan atau mati secara mendadak. Oleh karena itu, UPS ini memiliki peran yang cukup penting sebagai listrik cadangan.

Ukuran UPS beragam, mulai dari sebesar motherboard komputer hinga bisa membutuhkan ruang penyimpanan khusus. UPS biasanya memiliki baterai yang mampu dijadikan sebagai sumber utama listrik. Baterai UPS ini akan terisi penuh apabila listrik mengalir melalui perangkat UPS. Bila terjadi pemutusan listrik secara mendadak atau tiba - tiba, baterai UPS akan menjaga kestabilan arus pada perangkat yang tersambung UPS tersebut. Baterai yang ada pada UPS tersebut akan memberikan cukup cadangan energi untuk mematikan perangkat secara manual. UPS juga menggunakan komponen Inverter yang dimana dapat mengubah arus DC menjadi arus AC, sehingga aliran listrik yang dihasilkan oleh UPS dapat menghidupkan semua peralatan elektronik. Selain itu, komponen UPS yang dapat mengubah arus AC menjadi arus DC ketika dihubungkan dengan sumber listrik PLN disebut Rectifier.

Reaksi UPS cukup cepat saat terjadi pemutusan listrik, karena UPS menyediakan daya untuk perangkat di jangkauan lokasi sambungannya. Akan tetapi, persediaan daya ini biasanya berlangsung hanya beberapa menit saja namun semua kembali tergantung kapasitas baterainya. Unit ini dirancang untuk membantu kita mematikan secara manual atau menyambungkannya dengan sumber daya / resources lain yang lebih tahan lama dalam waktu singkat.

Fungsi lain dari kegunaan UPS
  1. Pendukung generator. Ketika jaringan listrik terputus, UPS dapat memberi waktu menyalakan generator tanpa membuat perangkat kerja rusak atau bahkan mati total.
  2. Pendukung lift. Biasanya gedung – gedung bertingkat yang tinggi akan memakai UPS ini, karena ketika listrik mendadak putus, maka UPS akan memberikan waktu bagi pengguna lift tersebut untuk menyelesaikan rute mereka sehingga terhindar dari kemungkinan terjebak di dalamnya.
  3. Pendukung komputer. UPS akan memberikan waktu untuk mengalihkan daya atau bahkan mematikan perangkat komputer dan motherboard agar tidak mudah rusak.
  4. Pencegah kebakaran. Pemutusan listrik yang secara mendadak / tiba – tiba bisa mengganggu arus listrik dan meningkatkan potensi kebakaran akibat korslet. Dengan UPS dapat membantu menjaga kestabilan keluar masuknya arus listrik, mengurangi risiko korslet sehingga dapat terhindar dari kebakaran.

Kesimpulan
Dengan adanya UPS akan memudahkan pekerjaan dikarenakan akan mencegah perangkat mati secara mendadak, tetapi manfaat sebenarnya jauh melewati itu. Dengan UPS, bisa meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi kerugian akibat perangkat rusak, hingga mengurangi risiko kebakaran dan kehilangan data akibat pemutusan arus listrik mendadak.