Contact Us | Sitemap | Language : English | Bahasa
Indotara

Standard Kualitas Air Minum

Posted Date, 17 November 2022

Editor: Ipin

Penulis: Yogi Pratama, S.M.

Standard Kualitas Air Minum

Standard Kualitas Air Minum - Bagaimana standar kualitas air minum yang baik untuk tubuh manusia?
Air tidak dapat dipisahkan dari keberadaan manusia. Karena tubuh manusia sendiri terdiri dari lebih banyak cairan, dianjurkan untuk minum lebih dari 8 gelas air sehari. Tapi pertanyaannya adalah, air seperti apa yang bisa Anda minum? Jadi, daripada penasaran, simak saja standar kualitas air minum yang direkomendasikan di artikel selanjutnya.

Standar kualitas air minum Organisasi Kesehatan Dunia

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia yang membahas standar kualitas air minum yang baik, ternyata ada beberapa. Idealnya, air yang aman untuk diminum adalah air yang tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Juga, airnya tidak keruh, bebas dari pasir, debu, lumpur dan kotoran. Kemudian, keasamannya harus netral, tidak beracun, dan bebas bakteri.

Sedangkan untuk Indonesia sendiri, standar air minum dikatakan berkualitas tinggi dan harus mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 415 Tahun 1990 yang diperbarui menjadi Nomor 907/Menkes/VII/2001. Nah, agar kita bisa menilai air mana yang cocok untuk diminum di rumah, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Beberapa metode tersebut antara lain:

1. Analisis Fisik
Caranya, Anda bisa melakukan analisa fisik atau melihat kondisi fisik air. Pertama, Anda bisa mencoba mencium bau air. Pastikan tidak ada bau dan aromanya netral, maka Anda bisa mulai mencicipi. Namun, jika airnya berbau tidak sedap maka buanglah karena sudah pasti tidak bisa diminum.


Baca Juga:



2. Analisis Kimia
Metode kedua, Anda dapat menggunakan analisis kimia atau mengidentifikasi kandungan kimia yang ada di dalam air. Pertama, coba tes dengan mencampur air dengan teh. Biarkan selama beberapa jam untuk melihat apakah warnanya berubah. Pastikan juga campuran keduanya tidak menghasilkan slime.
3. Analisis bakteriologis
Terakhir, Anda juga dapat memeriksa kualitas air atau mencari bakteri patogen dengan analisis bakteriologis. Caranya, Anda tinggal menambahkan air dan tutup gelas dengan rapat. Biarkan air selama 5-7 hari dan lihat apakah berubah bentuk atau warnanya. Kalau begitu misalnya airnya menjadi hitam, maka pasti ada bakteri di dalamnya, dan tentunya menjadi tidak layak untuk diminum.

Demikian ulasan mengenai standar kualitas air minum yang direkomendasikan. Jelas, hanya fokus pada 8 gelas sehari tidak cukup untuk menjaga kesehatan, tetapi Anda juga harus mengonsumsi air yang memenuhi standar. Untuk membuat air yang Anda minum lebih berkualitas, gunakan reverse osmosis KUSATSU.