Contact Us | Sitemap | Language : English | Bahasa
Indotara

Kegunaan Wheel Loader

Editor: Rosyid
Secara tampilan fisik pada unit Wheel Loader mirip dengan unit Shovel Dozer, hanya beda dari alat berat ini menggunakan/memakai ban dari karet. Perbedaan ini yang mempengaruhi pada kemampuan maupun fungsinya meski tidak begitu signifikan. Wheel Loader memiliki/mempunyai kemampuan beroperasi pada area rata, kering, dan permukaan keras. Pengoperasian dibantu oleh Bulldozer karena tidak mempunyai kemampuan mengumpulkan material sendiri.

Pada umumnya fungsi Wheel Loader adalah mengambil dan mengangkat material untuk dipindahkan ke area/tempat lain atau dimasukkan/diisi ke dalam Dump Truck. Saat loader melakukan penggalian maka bucket tersebut di dorong ke material. Apabila bucket sudah terisi penuh maka wheel loader akan mundur kemudian bucket diangkat ke atas lalu memindahkan muatan materialnya.

Kegunaan alat Wheel Loader:
  1. Menggusur tanah dalam jarak dekat.
  2. Meratakan gundukan tanah / timbunan tanah dan mengisi lubang/galian.
  3. Pengambilan atau memindahkan bahan-bahan material
  4. Land Clearing. Proses pembersihan suatu area atau lokasi pekerjaan penggalian.
  5. Stripping. Mengelupas pada bagian tanah yang jelek.
  6. Finishing. Proses meratakan dan menghaluskan suatu permukaan tanah atau suatu objek bidang rata.

Bagian Wheel Loader

Terdapat 3 bagian utama yang merupakan suatu bagian yang penting pada unit Wheel Loader yaitu : Cabin, Lift Arm, dan Bucket.
Berikut masing-masing fungsinya:
  1. Cabin merupakan bagian dari Wheel Loader yang tempat dimana operator mengoperasikan Wheel Loader. Bagian ini dilengkapi dengan pintu, tempat duduk operator, dan berbagai peralatan yang berfungsi mengendalikan loader. Pada umumnya Cabin berbentuk bilik dari kaca yang berada di posisi tengah loader.
  2. Lift Arm. Posisi/peletakkan Lift Arm berada di depan cabin loader. Bagian ini memiliki fungsi mengangkat bucket ke atas, ke bawah, maupun ke depan. Cara kerjanya berhubungan dengan hydrolic silinder yang tersambung juga pada bucket.
  3. Bucket, Bucket merupakan bagian wheel loader yang paling menonjol. Bentuknya mirip/seperti sekop besar untuk mengangkat material. Sistem Kerja Alat Berat Wheel Loader. Seperti mayoritas alat berat lainnya Wheel Loader dioperasikan dengan alat penggerak yang menggunakan sistem hydrolic. Kemudahannya dalam mengeruk ataupun mengangkut material volume besar disebabkan oleh sistem hydrolic yang menghasilkan daya yang sangat besar. Pengoperasian bucket tidak lagi memakai cable controlled tapi menggunakan hydraulic controlled atau kendali hidrolis.
Wheel Loader mampu bergerak leluasa apabila area disekitar material yang dikerjakan rata atau datar. Adapun gerakan dasar dari alat berat ini yaitu saat bermanuver menurunkan bucket di atas tanah dan ketika mendorong (menggusur) ke depan, mengangkat bucket, mengambil dan membuang muatan, juga ketika menurunkan muatan di media angkut seperti Dump Truck.

Kelebihan dan Kekurangan Wheel Loader

Untuk menyelesaikan pekerjaan berat, terutama di medan yang sulit Wheel Loader memang sangat membantu. Namun begitu alat berat ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan Wheel Loader yaitu memiliki mobilitas tinggi dan mampu bermanuver di daerah pemuatan (loading point) yang lebih sempit dibanding Track Sholver. Karena menggunakan ban karet maka resiko kerusakan jadi lebih kecil. Kekurangannya, pemindahan muatan ke Dump Truck terkadang miring. Faktor ini kadang juga dipengaruhi kemampuan atau skill operator.